rindu
rasakan deru nafas rinduku mengalun dengan ritme berirama melankolis dingin... seakan mati dapatkah kau hangatkanku? saat diriku membeku ditelanjangi sepi
Read More..rasakan deru nafas rinduku mengalun dengan ritme berirama melankolis dingin... seakan mati dapatkah kau hangatkanku? saat diriku membeku ditelanjangi sepi
Read More..Menulis kadang terasa membosankan bagi pemula, bahkan cukup sulit bagi sebagian orang. Akan tetapi jika terus dilakukan maka kata-kata yang ada dalam pikiran kita akan mengalir begitu saja, tidak ubahnya seseorang yang sedang ‘ngobrol’ dengan sahabatnya. Sebuah tulisan merupakan ungkapan dari ide-ide yang ada dalam pikiran. Tulisan dapat dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama dan bisa diwariskan hingga beberapa generasi, dan itulah yang menjadi salah satu perbedaan dengan pidato. Salah satu tujuan pendidikan Kemampuan menulis merupakan salah satu dari 4 (empat) kemampuan dasar yang harus dicapai dalam tujuan pendidikan formal. Keempat kemampuan dasar itu adalah: kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemampuan mendengarkan, dan kemampuan berbicara. Oleh sebab itu, ketika pertama kali mengikuti kelas formal maka yang dipelajari tidak terlepas dari keempat kemampuan tersebut. Namun tak jarang kita menganggap remeh kemampuan yang satu ini, karena banyak diantara kita yang menganggap tulisan merupakan media yang cukup lama menyampaikan informasi kepada yang kita tuju. Akan tetapi jika dicermati dengan baik, sesunggunya tulisan mempunyai nilai lebih tersendiri, karena ide maupun aspirasi yang tertuang dalam tulisan cukup rapi dan sistematis jika dibandingkan dengan saat kita mengungkapkannya secara oral. Pilihan orang sukses Benar sekali! Menulis merupakan pilihan bagi orang-orang yang sukses. Sosok yang cukup dikenal oleh kita Rasulullah SAW juga menyuruh kepada para sahabat untuk menulis dan menghafal apapun yang disampaikannya, sehingga tak jarang wahyu yang diturunkanpun dicatat dipelepah kurma dan batu. Sahabat Rasul yang dikenal dengan keberaniannya, Umar ra juga mengatakan “sesungguhnya ilmu itu adalah binatang buruan, maka ikatlah ia dengan tali yang sangat kokoh, yaitu TULISAN!”
Read More..hari ini, Dia menelponku. mengatakan bahwa semua baik-baik saja, tak ada perlu dikhawatirkan. kabar yang kau lihat di koran itu tak seluruhnya benar, tak perlu kau pikirkan, karena semua baik-baik saja...
itu pesannya,,dengan enteng dan intonasi yang sangat riang seakan tanpa beban. padahal aku tahu, tahu segala kenyataannya. pagi 26 Mei lalu, aku sampai kalang-kabut. sms yang masuk di hpku adalah pemicu gelisahku. aku meghubungi beberapa teman-temanku, menanyakan kabar tentang kampungku yang diterjang banjir bandang...
hufhphhh.... dan itu benar, banjir membawa harapanku...harapanku untuk melanjutkan study, mimpiku untuk membuat dia tersenyum lagi...
ah,,!! tulisanku semakin tidak jelas..
sejak hari itu, kepalaku tak bisa diajak kompromi. obat-obat yang membuatku mampu berdiri hampir dan benar-benar habis. komplit sudah! ini adalah tulisan paling amburadul yang pernah ku posting, keluhan-keluhan tak berguna. tapi aku tetap tak ingin menghapusnya, aneh.
aku hanya mentransfer rasa tak nyamanku saja, aku sungguh tak nyaman dengan kata-kata ini, sungguh. sejak hari itu aku ingin menulis untuk mengeluh, walaupun aku sesungguhnya tidak suka.
benar, dia bahkan tak pernah mengizinkanku untuk mengeluh, selalu menyampaikan berbagai pandangan positifnya dalam tiap peristiwa yang mengiringi kedewasaannku. aku bahkan tak bisa melanjutkan tulisan ini.. jika mengingatnya, mataku seperti awan mendung yang siap mengguyur huja, kepalaku tetap saja sakit, namun ada satu yang membuatku senang mengingatnya,,
dia selalu mengembalikan semangatku!
yeah, i will fight, untuk membuatmu tersenyum dan bangga...
bagi yang sempat membaca ini, harap maklum karena tulisan ini sangat amburadul!!! sory...
aku tak bisa menerka
apa yang terlukis di tepi barat sana,
tinggal engkau pilih
apakah itu luka atau asa...
senja-senja merah
yang menutup semua lelah,
seperti tangan halusmu
yang menghapus debu bergugur di wajah,
setelah Tuhan...
ya, setelah Tuhan...
hanya air mata yang paling memahami
luka dan asa
seperti apa rindu yang memeluk hatimu,
seperti apa pedih di hati yang tak terperi..
aku tak tahu, engkau namai apa...
kau mengajari mencintai tanpa harus melukai,
juga mengajari arti kesabaran,,
seperti kehidupan itu sendiri,,
ia tak pernah diminta...
seseorang yang kupanggil "bintang hati"
31 Mei 2012
Recent Comments