Melakukan percepatan diri


Bagaimana caranya agar kita mampu melakukan percepatan diri? Ada tujuh hal yang layak kita perhatikan. Pertama, adanya kesadaran untuk melakukan percepatan. Kesadaran ini akan hadir tatkala kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang arti penting perubahan. Tanpa adanya kesadaran mustahil seseorang akan bergerak. Kesadaran dan ketidaksadaran ini bagaikan orang bangun dan orang tidur.

Kedua, memiliki visi dan misi. Visi adalah "mencari gambaran masa depan"; sedangkan misi adalah "sesuatu yang harus dilaksanakan dan diselesaikan untuk menuju arah masa depan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan". Dengan adanya visi dan misi, jalan hidup kita akan lebih terarah. Ketiga, pandai melakukan skala prioritas dalam hidup. Skala prioritas sangat penting artinya karena sumber daya yang kita miliki --waktu, kesempatan, dana, kekuatan fisik-- serba terbatas.

Menurut Dr Quraish Shihab, apabila ada dua alternatif untuk melakukan satu di antara dua pekerjaan yang sama dan memiliki arti yang sama pula, maka harus dipilih pekerjaan yang memakan waktu paling singkat. Di sisi lain apabila ada pekerjaan yang mengandung nilai tambah dan dapat diselesaikan dalam waktu yang sama tanpa nilai tambah, maka pilihlah pekerjaan yang memiliki nilai tambah. Misal shalat berjamaah yang lebih diutamakan daripada shalat sendirian, termasuk dalam hal ganjarannya yang perbandingannya 27:1.

Keempat, kita harus menerapkan konsep efisiensi (penghematan). Seorang Muslim hendaknya berbuat seperti seorang pelari maraton yang harus berlari dalam jarak jauh. Ia akan seefisien mungkin mengelola setiap sumber daya yang dimilikinya dan menjauhkan diri dari kemubaziran. Orang yang efisien adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan (QS Al-Hasyr [59]:18 dan QS An-Nahl [27]: 10-11).

Berhemat pada dasarnya adalah menghitung apa yang akan terjadi di masa datang, bukan cerminan sikap kikir dan individualis. Ia sadar bahwa hidup tidak akan selamanya lurus, ada susah ada senang. Efisiensi berarti pula melakukan segala sesuatu secara benar, tepat, akurat, dan mampu membandingkan antara besaran input dan output.

Kelima, masuk ke dalam lingkungan yang kondusif. Lingkungan sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan optimalisasi dan pengembangan potensi diri, baik self development (pembangunan diri) maupun social development. Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang itu sangat dipengaruhi temannya (lingkungannya). Siapa yang bergaul dengan pandai besi, dia akan terkena bau bakaran. Dan siapa yang bergaul dengan tukang minyak wangi, maka ia akan merasakan harumnya minyak wangi.

Keenam, belajar dan bertumbuh secara terus menerus sepanjang hidup (continuous lifetime learning). Henry Ford mengatakan, "Barangsiapa berhenti belajar berarti dirinya sudah tua, tidak peduli apakah dia berusia 20 tahun atau 80 tahun. Barangsiapa terus menerus belajar, dia tetap awat muda. Hal terbesar dalam hidup ini adalah menjaga agar pikiran kita tetap muda". Belajar di sini bukan sekadar semangat belajar. Yang tak kalah penting adalah belajar bagaimana cara belajar yang efektif. Karena itu, sangat penting kita harus menguasai cara belajar efektif, teknik membaca cepat, teknik memanfaatkan kemajuan teknologi, dan lainnya.

Ketujuh, kita harus memiliki sumber motivasi yang tak pernah padam. Sumber motivasi itu harus berasal dari Allah. Analoginya, motivasi dari Allah bagaikan cahaya matahari yang selalu bersinar, sedangkan motivasi yang berasal dari manusia bagaikan lampu dinding yang mudah padam. Dalam QS Al-Baqarah ayat 154 Allah SWT berfirman: "Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, Allah pasti akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat)."

Demikian Allah SWT memotivasi kita untuk terus mengembangkan diri dan berpacu dalam kebaikan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Read More..
posted under | 0 Comments

Bangkit Dari Keterpurukan


Siapapun pasti pernah mengalami rasa terpuruk. Tersungkur. Jatuh.Habis-habisan. Merasa sulit untuk bangkit lagi. Cobaan mendera-dera tak berkesudahan. Bumi dan langit semakin sempit. Derai air mata tak sanggup menahan kegundahan, sakit tak terkatakan.

Jangan bersedih ! Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Seperti yang Allah wahyukan, pengobat hati yang gundah untuk orang-orang beriman adalah Qur'an-Nya. Maka dengarkanlah ayat-ayatnya dan renungkanlah maknanya. Dengarkanlah, Allah menghibur hamba-hamba-Nya dengan hikmah peristiwa yang menimpa para manusia pilihan-Nya.

Ingatlah ketika Rasulullah berdakwah di Thaif agar mereka bertakwa pada Allah sang Pencipta. Bukan ucapan terima kasih yang beliau terima, justru cacian dan cercaan yang diberikan penduduknya.
Mereka berani mengusir Rasul mulia itu dengan lemparan batu.Sakit tentu hati beliau. Sedih sudah pasti. Apalagi orang-orang yang dicintai dan membela, Khadijah dan Abu Thalib sudah meninggalkannya. Tapi Rasulullah malah berdoa kelak keturunan penduduk Thaif adalah orang-orang yang bertakwa pada Allah. Buah kesabaran beliau adalah kemenangan dan kejayaan Islam.

Kesedihan bagaimanapun akan selalu menjadi bagian dari diri kita. Tapi apa kita harus terus menerus berada dalam kondisi tidak berdaya? Tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut? Sadarlah, kesedihan itu tidak akan mengubah apapun yang telah terjadi. Kesedihan adalah hal yang manusiawi. Tapi bangkit lagi adalah upaya seorang pahlawan.

Sungguh tak ada yang bisa merubah kesedihan dan keterpurukan selain kita sendiri.

Bangkitlah. Mulailah hari baru. Tatap matahari esok dengan segala optimisme. Ketahuilah, kesedihan ini akan berlalu seiring waktu. Tapi waktu tidak akan menunggu kita bila kita diam terpekur tak berbuat sesuatu. Bangkitlah, untuk sebuah perubahan yang lebih baik.Hidup yang lebih baik dari hari ini. Jangan kita ditinggal oleh orang-orang yang berlari mengejar masa depannya. Meninggalkan kita dalam lubang keterpurukan yang secara sadar telah kita gali sendiri.

Read More..
posted under | 0 Comments

Dinamika Gerakan Mahasiswa Kontemporer



Sejarah telah membuktikan bahwa pergerakan mahasiswa berhasil membawa kehidupan yang lebih baik termasuk saat merubah orde lama ke orde baru dan saat membawa orde baru ke zaman reformasi. Namun hal ini yang menjadi ironi ketika para mahasiswa angkatan 1966 dan 1998 harus gugur dalam unjuk rasa dalam melakukan perjuangan untuk membawa bangsa Indonesia yang lebih baik tetapi di satu sisi lain pergerakan mahasiswa setelah berhasil menggulingkan Soeharto, secara kualitas dan kuantitas mengalami penurunan. Pergerakan mahasiswa saat ini seperti hanya menjalankan sebuah rutinitas dan terperangkap dalam romantisme pergerakan masa lalu.

Pengertian mengenai pergerakan mahasiswa hanya sebagai rutinitas adalah pergerakan mahasiswa saat ini seperti ingin mencoba mengikuti pergerakan mahasiswa sebelumnya tanpa memiliki ruh yang jelas dalam visi, misi, maupun platform gerakan. Pergerakan mahasiswa saat ini hanya seperti pergerakan yang didorong atas dorongan ingin melanjutkan rutinitas dari pergerakan mahasiswa masa lalu. Hal tersebut berdampak pada mandulnya pergerakan mahasiswa dalam melakukan berbagai advokasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Pergerakan mahasiswa terperangkat pada jargon mahasiswa sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, tanpa mengetahui kondisi real dari masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Hal tersebut menjadi ironi karena kita menjadi penghubung diantara dua “benda” yang tidak kita ketahui karakteristiknya. Keadaan tersebut justru pada akhirnya menurunkan kredibilitas dari pergerakan mahasiswa. Menurunya kredibilitas dari pergerakan mahasiswa dapat kita lihat dari berbagai opini yang ada di masyarakat dalam melihat pergerakan mahasiswa.

Kalau boleh dibandingkan dengan masa orde baru, maka kondisi pemerintah saat itu lebih menguntungkan pergerakan mahasiswa. Hal tersebut karena pemerintah masih sakit hati ketika di kritik oleh mahasiswa walaupun keran pergerakan mahasiswa sangatlah minim. Walaupun pada akhirnya pemerintah merasa sakit hati dengan kritik mahasiswa yang berujung pada dihentikannya berbagai aktifitas mahasiswa, namun hal tersebut pada akhirnya akan membawa pergerakan mahasiswa kepada tujuan utama yaitu mengembalikan kebenaran. Kondisi tidak menguntungkan terjadi pada masa kini. Walaupun kita bisa saja dapat melakukan aksi masif sebesar mungkin dan kapan-pun dan dimana-pun, namun ketika pemerintahnya patung atau tuli, maka hal tersebut akan menjadi sia-sia. Kondisi tersebut jelas merugikan perkembangan pergerakan mahasiswa.
Dapat diramalkan bahwa ketika kondisi seperti ini terus terjadi dan pergerakan mahasiswa hanya menggunakan senjata “lama” maka kita tidak akan pernah menemukan jalan keluar permasalahan bangsa. Bahkan pergerakan mahasiswa akan habis termakan waktu dan pragmatisme neo-liberal.

Saat ini justru, pergerakan mahasiswa berada pada titik yang rendah dalam pandangan masyarakat. Rendahnya pandangan masyarakat terhadap mahasiswa tidak hanya pada orang awam, tetapi ada juga mantan aktivis yang saat ini telah menjadi bagian secara langsung dengan masyarakat yang menilai rendah pergerakan mahasiswa. Seharusnya hal tersebut menjadi otokritik bagi pergerakan mahasiswa agar pergerakan mahasiswa menjadi lebih tajam dalam mengaspirasikan berbagai tuntutan masyarakat.
Akan tetapi disisi lain, kebanyakan mahasiswa saat ini memiliki kecenderungan memperjuangkan vested interest-nya masing-masing. Misalnya, DPM di sebuah Perguruan Tinggi memperjuangkan kepentingan mahasiswanya. Atau BEM yang mengusahakan kepentingan-kepentingan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dibawahnya, atau isu yang diangkat mengenai kebijakan-kebijakan kampus seperti kenaikan SPP dan problem ketidakberesan birokrasi kampus.

Dampaknya tenaga dan pemikiran kritis mahasiswa kekinian hanya habis tersedot untuk mengurusi masalah-masalah kecil dan internal kampus (meski tidak di semua perguruan tinggi). Sementara isu-isu lokal dan nasional dikesampingkan atau tidak disorot sama sekali. Adapun yang paling merisaukan lagi dalam perkembangan gerakan mahasiswa pada saat ini adalah munculnya berbagai kelompok yang mengatasnamakan pergerakan mahasiswa. Kelompok seperti ini dengan mudahnya merekrut mahasiswa sebagai anggota, melakukan aksi hanya untuk kepentingan pihak-pihak tertentu, dan membawa idiologi liberalisme licik dikepala mereka. Tumbuh suburnya kelompok seperti ini akan menghapus kredibilitas gerakan mahasiswa. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan idiologi pergerakan mahasiswa murni yang penuh dengan ghirah untuk tujuan membentuk tatanan kehidupan yang lebih baik.
Ingat, dipundak mahasiswa ada kewajiban untuk menjawab tantangan peradaban tersebut dengan memberikan segenap pemikiran, ilmu, dan amal hingga ia maju bersama masyarakat, dan masyarakat berbangga dengan keberadaannya. Hingga pilar-pilar itu menegakkan kembali peradaban Islam, peradaban negri yang penuh berkah.

Read More..
posted under | 0 Comments

Let’s Dream Guys!!!


Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi.

Impian akan mempengaruhi pikiran bawah sadar. Misalnya kita memimpikan sebuah kamera merek A, maka kita menjadi lebih jeli memperhatikan benda tersebut. Tantangan berat yang harus dihadapi bukan sesuatu yang berarti jika impian sudah menjadi nafas kita. "It may be that those who do most, dream most, Mereka mengerjakan sesuatu dengan giat, sebab mereka sangat memimpikannya," kata Stephen Butler Leacock.
Nelson Mandela, sebelum menjadi Presiden Afrika Selatan, ia harus berjuang untuk sebuah impian negara Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk itu ia menghadapi tantangan teramat berat. Impian selalu memotivasi Nelson Mandela untuk tetap berjuang, meskipun ia harus merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi. Impian merupakan sumber semangat bagi Nelson, hingga Afrika Selatan benar- benar merdeka.

Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang. Menurut Anais Nin, "Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang."
Ada 4 tips sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; percaya, loyalitas, ulet dan sikap mental positif.
Rasa percaya menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang.
Tips yang kedua adalah loyalitas atau fokus untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.
Tips yang ketiga adalah ulet. Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras.
Sedangkan tips yang ke empat adalah sikap mental positif.
Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu…
So, jangan takut untuk bermimpi!!


oleh: IMMawati Husnah arrayan
Kabid Keilmuan PC IMM

Read More..
posted under | 1 Comments

Bangkitlah Kawan

Jika sudah tidak peduli lagi terhadap realitas, silakan lari kegunung lalu bunuh diri. Dari pada kamu hidup sebagai sampah masyarakat dan budak zaman (Rus Spencer Bin Sulaiman Bin Ahmad).

Tentu adagiumku diatas bukan tanpa makna, tapi manifestasi naluriku yang selalu berontak dan mengamuk bagaikan badai yang bergemuruh akibat tidak puas melihat sikap anak zaman yang anti tuhan (atheis), bertopengkan kaum intelektual pedantis yang suka mengeluarkan mitos-mitos ilmiah dan retorika kebohongan, sehingga retorikanya sendiri yang menenggelamkan dirinya pada jurang kesombongan.
Itulah fenomena kebiadaban anak zaman yang mengalami degradasi moral dan kekosongan iman. Sehingga secara sadar atau tidak mereka menciptakan tuhan palsu (Pseudo Lord) seperti tuhan hedonisme, tuhan materialisme, dewa Amor, dewi Eros yang pada era modern ini menurunkan wahyunya lewat globalisasi dan disampaikan oleh internet dan TV.

Sungguh spektakuler sekali. Kita benar-benar telah disihir oleh hantu globalisasi yang mengatasnamakan dirinya malaikat, ataukah kita sendiri yang sedang berpura-pura atau benar-benar gila. Sehingga dengan ikhlas dan bangga menjadi inlandernya kompeni post modern yang telah bermetamorfosa dari selimut kapitalisme kedalam bentuk pranata ekonomi dunia yang dalam ungkapan adagium saya ”Tiga Setan Kembar” yang menakut-nakuti dunia pada hari ini.
Tidak berarti kita tidak punya kabar gembira untuk kita tertawa, tetapi memang kondisi kita tidak patut untuk bersuka ria. Bangsa kita sekarang dalam tahap penyembelihan untuk mati. Pemerintah kita telah melakukan konspirasi massif dengan pihak kapialisme global untuk melahap habis hutan-hutan di negara kita ini. Sehingga pada titik kulminasinya nanti kita akan mengalami kelaparan dan gizi buruk, dimana kelangkaan air bersih akibat kerusakan lingkungan yang dieksploitasi. Sungguh kasihan ibu Pertiwiku. Lestarikan alam hanya celoteh belaka, dan kecelakaan besar bagi kita umat manusia. Bencana alam dimana-mana, ibu pertiwi mulai bosan dengan anak bangsanya yang semakin kurang ajar.

Hampir-hampir aku putus asa, tetapi aku teringat pesan orang tempo doeloe ”jangan mengeluh kalau tidak punya sesuatu yang ditawarkan.” Pemerintah sudah tidak bisa dipercaya lagi, lebih-lebih aparat penegak hukum. Adapun polisi, sungguh aku akan mual mendengarnya. Mempercayai polisi lebih baik mempercayai polisi tidur, yang selalu setia menertibkan lalu lintas.
Sebagai generasi aku harus berbicara apa adanya, karena inilah kondisi kita saat ini. Kita mengalami dehumanisasi, degradasi moral dan menjadi kaum agnostic. Kita jangan mengkhayal ingin menjadi bangsa yang sejahtera, maju dan madani, kalau kita masih seperti kambing yang selalu saja dikebiri oleh ”anjing-anjing” birokrasi yang rakus meminum darah rakyatnya.
Sebagai pesan terakhir dan bentuk kemerdekaanku, maka aku berbicara menurut mulutku, melihat menurut mataku, berbuat menurut kehendakku dan berjalan menurut langkah kakiku, tentunya masih dibawah garis nilai dan norma yang terkodifikasi. Jangan lagi kita berselimut sementara disekitar kita sudah sangat sembrawut tak beraturan. Mari kita bangkit dari keterpurukan ini!!!

oleh: IMMawan Edi Suparjan

Read More..
posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

    Translate


Recent Comments