makanan khas Bima

Liburan makin dekat, wangi Bima tercium dimana-mana. Menghitung hari, melirik-lirik kalender, gelisah......long for home (katanya bule). Seminggu lagi ujian akhir semester selesai, sungguh aku tak sabar untuk pulang. Seindah apapun kota Jogja, tak mampu meredam rinduku kali ini (meskipun Februari kemarin sudah pulang). Pengen makan enak, terbayang Bandeng bakar dan sambal khas Bima.. namun ada beberapa hal yang sedikit mengobati, makan ikan asin dan sayur asem (uta kare + uta mbeca saronco), benar-benar asem! Apalagi dinikmati dengan nasi hangat.... wuihhh! Uenaknya poooolll!! jangan bilang kamu orang Bima kalo g suka menu yang satu ini!

Read More..
posted under | 1 Comments

tiwara judul na

neo na ade, hari bahagia sa'eku ede,,
sa'e ra meci ma ka bahagia kaiku sagala macam.
ade tamba kai umu,
karahoku tenggo ra cia ima,,
semoga salama di cahaya tanggal Lima (5),
mantau one ibada ade wura Ini (6),
labo arujiki ma lua di mba'ana dua ribu dua bela (2012).

selamat Ulang Tahun...
moga tahun ini dapat jodoh yang sebenarnya (bukan dia), tapi yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.

buat K' Sheda
Happy Birthday (29)
5612

Read More..
posted under | 0 Comments

So Bad

hari ini, Dia menelponku. mengatakan bahwa semua baik-baik saja, tak ada perlu dikhawatirkan. kabar yang kau lihat di koran itu tak seluruhnya benar, tak perlu kau pikirkan, karena semua baik-baik saja...
itu pesannya,,dengan enteng dan intonasi yang sangat riang seakan tanpa beban. padahal aku tahu, tahu segala kenyataannya. pagi 26 Mei lalu, aku sampai kalang-kabut. sms yang masuk di hpku adalah pemicu gelisahku. aku meghubungi beberapa teman-temanku, menanyakan kabar tentang kampungku yang diterjang banjir bandang...
hufhphhh.... dan itu benar, banjir membawa harapanku...harapanku untuk melanjutkan study, mimpiku untuk membuat dia tersenyum lagi...
ah,,!! tulisanku semakin tidak jelas..
sejak hari itu, kepalaku tak bisa diajak kompromi. obat-obat yang membuatku mampu berdiri hampir dan benar-benar habis. komplit sudah! ini adalah tulisan paling amburadul yang pernah ku posting, keluhan-keluhan tak berguna. tapi aku tetap tak ingin menghapusnya, aneh.
aku hanya mentransfer rasa tak nyamanku saja, aku sungguh tak nyaman dengan kata-kata ini, sungguh. sejak hari itu aku ingin menulis untuk mengeluh, walaupun aku sesungguhnya tidak suka.
benar, dia bahkan tak pernah mengizinkanku untuk mengeluh, selalu menyampaikan berbagai pandangan positifnya dalam tiap peristiwa yang mengiringi kedewasaannku. aku bahkan tak bisa melanjutkan tulisan ini.. jika mengingatnya, mataku seperti awan mendung yang siap mengguyur huja, kepalaku tetap saja sakit, namun ada satu yang membuatku senang mengingatnya,,
dia selalu mengembalikan semangatku!
yeah, i will fight, untuk membuatmu tersenyum dan bangga...

bagi yang sempat membaca ini, harap maklum karena tulisan ini sangat amburadul!!! sory...

Read More..
posted under | 0 Comments

Blank

aku tak bisa menerka
apa yang terlukis di tepi barat sana,
tinggal engkau pilih
apakah itu luka atau asa...

senja-senja merah
yang menutup semua lelah,
seperti tangan halusmu
yang menghapus debu bergugur di wajah,
setelah Tuhan...
ya, setelah Tuhan...

hanya air mata yang paling memahami
luka dan asa
seperti apa rindu yang memeluk hatimu,
seperti apa pedih di hati yang tak terperi..
aku tak tahu, engkau namai apa...

kau mengajari mencintai tanpa harus melukai,
juga mengajari arti kesabaran,,
seperti kehidupan itu sendiri,,
ia tak pernah diminta...

seseorang yang kupanggil "bintang hati"


31 Mei 2012

Read More..
posted under | 1 Comments

Al-Jabiri dan Turats

Al-Jabiri terkenal sebagai tokoh filsuf pengemban semangat Averroisme dan Hermetisme. Al-Jabiri sangat mengagungkan akal sehingga ia gelisah pada fenomena sikap dan nalar Arab yang mengarah pada kecenderungan irasionalisme. Kegelisahan Al-Jabiri diawali dengan melemahnya rasionalisme dan demokrasi yang kemudian tidak dihargai bangsa Arab. Sementara kultur irasionalisme pada pihak lain semakin menyebar dan menguat yang mampu mejegal gerakan rasionalisme.
Menurut Al-Jabiri, bangsa Arab tidak kebanyakan mengakui kemampuan akal manusia, apalagi percaya pada proyek-proyek rasional dan pencarian ilmiah. Mereka lebih percaya pada produk-produk irasional dalam tradisi. Seperti yang ditunjukan dalam gerakan massif sebagian bangsa Arab yang kembali pada romantisme tradisi masa lalu (turats), berpihak pada tokoh-tookoh yang ada di dalamnya secara emosional, secara mencari-cari unsur kejayaan dan kegemilangan, seakan-akan dalam kesadaran mereka, kekalahan masa kini bisa terobati dan tertutupi oleh keagungan masa lalu.
Al-jabiri mengkritik praktik dan kegemaran membangkitkan warisan spiritual Timur, seperti tradisi tasawuf atau pemikiran filsuf Islam yang berorientasi pada spiritualisme. Selain itu muncul gerakan islamis yang berorientasi salafi sebagai counter terhadap kegagalan penguasa Arab dalam membela kepentingan bangsa Arab dalam menghadapi musuh bersama.Dengan tradisi pemikiran Prancis yang lebih maju, yaitu tradisi post-strukturalisme dan post-modenrnisme, Al-Jabiri berupaya mengkritik nalar Arab yang telah mendominasi penganutnya secara tidak sadar dengan cara merekonstruksi. Bagi Al-Jabiri, perubahan struktur nalar dengan menggantinya dengan nalar lain, tidak akan tercapai tanpa adanya sebuah praksis, yaitu praksis rasionalisme dalam persoalan pemikiran dan kehidupan terutama praksis rasionalisme kritis yang ditunjukkan terhadap tradisi yang mewarisi segenap otoritas berpikir dalam bentuk bangunan yang tidak sadar, yaitu otoritas teks, otoritas masa lalu dan otoritas qiyas.

Referensi:
Mohammad Abed Al-Jabiri, “Tradisi dan Problem Metodologi” dalam Ahmad Baso (ed) Post Tradisionalisme Islam, (Yogyakarta: LkiS)
Miska Muhammad Amin, Epistemologi Islam: Pengantar Filsafat Pengetahuan Islam, (Jakarta: UI-Press).

Read More..
posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

    Translate


Recent Comments